Kinerja Kepala Sekolah dalam meningkatkan mutu Tenaga Pendidik di SMA Negeri 1 Latambaga, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Abstrak

Kepala Sekolah merupakan pemimpin teringgi dalam sebuah lembaga pendidikan sekolah yang mempunyai tugas pokok sebagai manajerial, pengembangan kewirausahaan, supervisi kepada tenaga pendidik dan tenaga kependidikan berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2018. Beban kerja yang diberikan kepada Kepala Sekolah bertujuan untuk mengembangkan sekolah dan meningkatkan mutu sekolah berdasarkan standar nasional pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, mendeskripsikan dan menganalisis kinerja Kepala Sekolah dalam meningkatkan mutu Tenaga Pendidik di SMA Negeri 1 Latambaga, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, dan mengetahui serta mendeskripsikan upaya-upaya dan faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja Kepala Sekolah dalam meningkatkan mutu Tenaga Pendidik di SMA Negeri 1 Latambaga, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif yang bertempat di SMA Negeri 1 Latambaga, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara dengan menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1). Kinerja Kepala Sekolah secara umum sudah menunjukan kinerja yang baik dan optimal serta memenuhi standar dan indikator yang telah ditetapkan. Hal ini dijelaskan dalam rencana kerja sekolah (RKS) sebagai perencanaan Kepala Sekolah dalam menjalankan program kerja dan meningkatkan Tenaga Pendidik di sekolah. 2) Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kinerja Kepala Sekolah dalam meningkatkan mutu Tenaga Pendidik diantaranya kondisi geografis sekolah, tenaga pendidik yang mengajar tidak sesuai latar belakang pendidikan, dan lingkungan yang kondusif. 3) Kepala Sekolah telah melakukan upaya-upaya yang dapat meningkatkan mutu Tenaga Pendidik melalui kegiatan-kegiatan pemberdayaan dan program sekolah seperti supervisi, MGMP, evaluasi diri (EDS), In house training(IHT) dan kegiatan kewirausahaan yang diperuntukan bagi Tenaga Pendidik dan siswa.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

Subjek
Sosiologi Pendidikan, Tenaga Pendidik, Mutu Pendidikan, Peningkatan Kualitas Pendidikan
Disiplin Ilmu
Pendidikan
Cara Mengutip
Rafid, R. (2020). Kinerja Kepala Sekolah dalam meningkatkan mutu Tenaga Pendidik di SMA Negeri 1 Latambaga, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Indonesian Journal of Sociology, Education, and Development, 2(1), 1-10. Diambil dari http://ijsed.ap3si.org/index.php/journal/article/view/15
Referensi
  1. Abdul Hadis, N. (2014). Manajemen Mutu Pendidikan.Bandung: Alfabeta.
  2. Abdullah. (2014). Manajemen dan Evaluasi Kinerja Karyawan .Yogyakarta: Aswaja Press Indonesia.
  3. Akdon. (2009). Management Strategic.Bandung: Alfabeta.
  4. Alwildayanto, A. (2014). Kepemimpinan Pendidikan dalam Pengembangan Budaya Mutu (Principal Leadership Quality Culture).Yogyakarta: DeePublish.
  5. Dewi, N. W. E. P. (2017). Meningkatkan Kualitas Guru untuk Pendidikan yang lebih baik. Pendidikan Universitas Ganesha, (March), 11.
  6. Elger, D. (2007). Theory of Performance. Faculty Develpment Series.
  7. Fatoni, M. (2017). Peran Kepala Madrasah dalam meningkatkan mutu Guru di MTs Nurul Falah Talok Kresek Kabupaten Tangerang, 3(2), 168–182.
  8. Ima Kurniasih, B. S. (2015). Sukses Uji Kompetensi Guru (UKG).Surabaya: Kata Pena.
  9. Iswadi. (2016). Kewirausahaan Kepala Sekolah. Manajer Pendidikan, Volume 10, Nomor 5.
  10. Kemendikbud. (2018). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2018.
  11. Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). An Expanded Sourcebook Qualitative Data Analysis Second Edition.
  12. Nagoba, B. S., & Mantri, S. B. (2015). Role of Teachers in Quality Enhancement in Higher Education, 4(1), 177–182.
  13. Nez, A. L. (2013). Upaya Peningkatan Kualitas Tenaga Pendidik da Kependidikan melalui model MBS. Seminar Nasional Evaluasi Pendidikan Tahun 2013, 381–389.
  14. Nurhayati, A. (2017). Pengaruh Kompetensi Guru dan Ketersediaan Sarana Prasarana Sekolah terhadap Kinerja Guru Ekonomi Akuntansi, 6, 1–14.
  15. Nurmawati, N. K. Y., & Mandra, I. W. (2018). Peranan Kepala Sekolah dalam meningkatkan mutu dan kompetensi guru agama Hindu di Sekolah dasar, 4.
  16. Pramono, H. (2012). Pengaruh Sistem Pembinaan Sarana Prasarana dan Pendidikan Latihan terhadap Kompetensi Kinerja Guru Pendidikan Jasmani Sekolah Dasar di Kota Semarang, 29, 7–16.
  17. Ramdhani, N., Ancok, D., Swasono, Y., & Suryanto, P. (2012). Teacher Quality Improvement Program : Empowering teachers to increasing a quality of Indonesian ’s education. Procedia -Social and Behavioral Sciences, 69(Iceepsy), 1836–1841. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2012.12.134
  18. Riadi, M. (2014). Pengertian, Indikator dan Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja. Retrieved from https://www.kajianpustaka.com/2014/01/pengertian-indikator-faktor-mempengaruhi-kinerja.html
  19. Rosita, R. (2016). Usaha Kepala Sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan Islam ( Studi Kasus di MTS AL-INAYAH Bandung ). Tarbawy, 3, 75–89.
  20. Sallis, E. (2011). Total Quality Management In Education : Manajemen Mutu Pendidikan.Yogyakarta: IRCiSoD.
  21. Sedarmayanti. (2017). Perencanaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia untuk meningkatkan Kompetensi, Kinerja, dan Produktifitas Kerja.Bandung: Refika Aditama.
  22. Suhardiman, B. (2012). Studi Pengembangan Kepala Sekolah Konsep dan Aplikasi.Jakarta: RIneka Cipta.
  23. Tilaar, H. A.R.(1999). Pengembangan Sumber Daya Manusia dalam era Globalisasi.Jakarta: Ghia Indonesia.
  24. Wahjosumidjo. (2010). Kepemimpinan Kepala Sekolah, TinjauanTeori dan Permasalahannya .Jakarta: Raja Grafindo Persada.
  25. Wibowo. (2012). Manajemen Kinerja .Jakarta: Raja Grafindo Persada.