Segregasi Sosial Mahasiswa Perantau di Yogyakarta

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Abstrak

Hubungan yang tercipta antara mahasiswa dari Timur Indonesia dengan masyarakat lokal Yogyakarta cenderung tidak berjalan dengan harmonis. Hal ini diakibatkan oleh perbedaan kebudayaan antar keduanya. Namun, meskipun hubungan dan interaksi yang tercipta cenderung tidak harmonis, masih ada masyarakat yang dapat bersosialisasi dengan baik dengan pendatang, yaitu di daerah Gendeng, Kota Yogyakarta. Hubungan yang harmonis tersebut disebabkan oleh kemampuan dua masyarakat yang berbeda kebudayaan tersebut untuk beradaptasi. Mayoritas mahasiswa dari Indonesia Timur seperti NTT dan Papua memilih untuk hidup berkelompok disebabkan oleh beberapa faktor baik internal maupun eksternal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kepustakaan. Dalam penelitian ini disumpulkan bahwa interaksi antara masyarakat lokal dengan mahasiswa pendatang dari Timur berpengaruh terhadap kehidupan mereka yang rukun dan harmoni. Perbedaan budaya yang ada dalam keduanya tidak akan menimbulkan konflik sejauh terdapat rasa toleransi antar keduanya. Mayoritas mahasiswa dari Timur Indonesia yang memilih untuk hidup berkelompok disebabkan oleh adanya apatisme dan cultural shock serta adanya stereotip dari masyarakat lokal. Stereotipe tersebut muncul sebagai akibat dari kuatnya framing yang dilakukan baik oleh lingkungan maupun media yang kemudian mempengaruhi pola pikir masyarakat.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

Subjek
Multikulturalisme, Masyarakat Multikultural, Sosiologi Pendidikan, Segregasi Sosial
Disiplin Ilmu
Sosiologi
Cara Mengutip
Putri, A. S., & Kiranantika, A. (2020). Segregasi Sosial Mahasiswa Perantau di Yogyakarta. Indonesian Journal of Sociology, Education, and Development, 2(1), 42-51. https://doi.org/10.52483/ijsed.v2i1.20
Referensi
  1. (t.thn.). Diambil kembali dari http://digilip.uinsby.ac.id/15663/Bab%201.pdf
  2. Anggaunitakiranantika, W. (2010). MIGRAN MAHASISWA KE KOTA MALANG.
  3. Awe, F. (2019). Entitas di Perkotaan: Konlik Mahasiswa Nusa Tenggara Timur dan Warga tambakbayan, Babarsari, Yogyakarta.
  4. Creswell, J. W. (2016). RESEARCH DESIGN (1 st ed.).Pustaka Belajar.
  5. Djam'an, S. (2011). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
  6. Ginintasasi, R. (t.thn.). Diambil kembali dari http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PSIKOLOGI/195009011981032-RAHAYU_GININTASAsI/INTERAKSI_SOSIAL.pdf
  7. Ibrahim, R. N.(t.thn.). Kekerasan Simbolik Dalam Relasi antar Etnis (Studi Mahasiswa Etnis Papua Dalam Pergaulan antar Etnis pada Lingkup Kampus Surabaya). Jurnal Sosial Humaniora.
  8. Kumoro, N. B. (2017). "Batas yang Tertutup dan yang Terurai" Studi Kasus Batas Etnis mahasiswa dari papua dan kalimantan Barat di Yogyakarta.Kentja Press.
  9. Mahyuddin. (2018). Dinamika Multikulturalisme Mahasiswa Papua di Yogyakarta.
  10. Paturusi, S. A. (2016). Segregsi Ruang Sosial Antara Pendatang Dengan Penduduk Asli Pada Permukiman Perkotaan di Denpasar. Jurnal Kajian Bali.
  11. (2019). Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Dalam Angka.Badan Pusat Statistik Provinsi D.I. Yogyakarta. Diambil kembali dari https://yogyakarta.bps.go.id/publication/2019/08/16/fe0f0460b0cdd1bcd76a4314/provinsi-di-yogyakarta-dalam-angka-2019.html
  12. Rahma, D. J. (2017). Culture shock Pada Mahasiswa Papua di Yogyakarta Ditinjau dari Dukungan Sosial.
  13. Ritzer, G. (2014). SOSIOLOGI ILMU BERPARADIGMA GANDA (11 th ed.).PT. Raja Grafindo Persada.
  14. Saputra, I. D. (t.thn.). Perbedaan Pelaksanaan Pendidikan di Indonesia Bagian Barat dan Bagian Timur. Dipetik april 24, 2020, dari https://www.academia.edu/10466407/Perbedaan_Pelaksanaan_Pendidikan_di_Indonesia_Bagian_Barat_dan_Bagian_Timur
  15. Sidik, S. K. (2016). Diskriminasi Mahasiswa Papua di Yogyakarta Tahun 2016.
  16. Susan, N. (2014). Pengantar Sosiologi Konflik.Kencana.
  17. Wakano, A. (2017). Solidaritas Mahasiswa Dalam Meminimalisir Problematika Multikultural. Diambil kembali dari https://www.academia.edu/35427582/SOLIDARITAS_MAHASISWA_DALAM_MEMINIMALISIR_PROBLEMATIKA_MULTIKULTURAL
  18. Wijanarko, E. d. (2013). Studi fenomenologi Pengalaman Penyesuaian Diri Mahasiswa Papua di Surabaya. jurnal psikologi teori dan terapan .
  19. Yunus, J. (2017). interaksi Sosial Masyarakat lokal yogyakarta dengan Mahasiswa Pendatang Nusa Tenggara Timur di kelurahan Baciro Kecamatan gondokusuman, RW 20 dan Rt 85 yogyakarta.