Pentingnya Realisasi Bela Negara Terhadap Generasi Muda Sebagai Bentuk Cinta Tanah Air

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Sismonika Puspitasari
Abstrak

Tujuan penulisan artikel ini yaitu untuk mengetahui upaya yang dilakukan generasi muda dalam merealisasikan sikap bela negara sebagai wujud bentuk cinta tanah air, serta factor-faktor yang mempengaruhi  kemerosotan generasi muda dalam sikap bela negara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kepustakaan atau library research yang merupakan jenis penelitian yang dilakukan hanya berdasarkan karya tertulis, sumber-sumber pada penelitian. Berdasarkan tujuan diatas, dapat diketahui bahwa banyaknya kasus kenakalan remaja, narkoba, korupsi, kekerasan, dan lain-lain yang terjadi di negara ini dipengaruhi oleh beberapa factor yaitu masuknya budaya asing, kurangnya pendidikan moral, karakter dan kewarganegaraan sehingga menimbulkan merosotnya sikap bela negara yang harus dimiliki oleh generasi muda. Untuk mengatasi hal ini terus terjadi maka diperlukan penekanan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan guna untuk membentuk karakter pemuda yang sigap dan memahami masalah yanga ada dinegaranya. Dengan mendapat bekal melalui pelajaran kewarganegaraan di sekolah maka generasi muda wajib menerapkan sikap bela negara terhadap kehidupan sehari-harinya.Sebagai generasi muda yang merupakan agent of change dan agent of control maka diharapkan mampu untuk dapat merubah tatanan baru negaranya. Dalam penanaman ini generasi muda mendapatkan pendidikan karakter melalui dunia pendidikan formal yang diatur sedemikian rupa terintegrasi melalui mata pelajaran baik dilingkup taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

Cara Mengutip
Puspitasari, S. (2021). Pentingnya Realisasi Bela Negara Terhadap Generasi Muda Sebagai Bentuk Cinta Tanah Air. Indonesian Journal of Sociology, Education, and Development, 3(1), 72-79. https://doi.org/10.52483/ijsed.v3i1.43
Referensi
  1. Gredinand, D. (2017). Penerapan pendidikan bela negara di perguruan tinggi. Strategi Pertahanan Darat, 3(2).
  2. Kristiono, N., & Wiratomo, G. H. (2017). Pendidikan Generasi Muda dan Bela Negara (Konsep, Metode dan Implementasi). Semarang: Penerbit UNNES [Universitas Negeri Semarang]. Tersedia secara online juga di: https://www. researchgate. net/profile/Natal_Kristiono2/publication/324247551_Pendidikan_Generasi_Muda_dan_Bela_negara
  3. Matondang, E. (2018). Kurikulum Bela Negara Di Tingkat Pendidikan Tinggi: Prospektif Ketimpangan Dalam Sistem Pertahanan Indonesia. Jurnal Pertahanan & Bela Negara, 5(3), 21-42.
  4. Muzayanah, M. (2020). PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN BAGI MAHASISWA UPAYA KOMITMEN CINTA NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA (NKRI) DAN BELA NEGARA. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha, 8(1), 79-92.
  5. Primantoro, A. D. (2016). Pendidikan Nilai Moral Ditinjau Dari Perspektif Global. JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan), 1(1), 1-8.
  6. Putri, A. S., & Kiranantika, A. (2020). Segregasi Sosial Mahasiswa Perantau di Yogyakarta. Indonesian Journal of Sociology, Education, and Development, 2(1), 42-51.
  7. Rahayu, M., Farida, R., & Apriana, A. (2019). Kesadaran Bela Negara Pada Mahasiswa. Epigram, 16(2), 175-180.
  8. Sancoyo, Y., Saragih, H. J. R., & Dohamid, A. G. (2018). Optimalisasi Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Bela Negara di Pusdikif Dalam Rangka Membangun Kesadaran Bela Negara Pemuda Indonesia. Peperangan Asimetris, 4(3).
  9. Suhanda, C., Mukhtadi, M., & Poespitohadi, W. (2019). Peran Seskoad Dalam Mendidik Calon Pemimpin TNI di Era Globalisasi. Strategi dan Kampanye Militer, 5(1).
  10. Suwarno, D. (2020). PENGUATAN MATERI BELA NEGARA PADA REMAJA ERA MILENIAL DI KOTA PURWOKERTO. Prosiding, 9(1). 259-265
  11. Widodo, S. (2011). Implementasi bela negara untuk mewujudkan nasionalisme. CIVIS, 1(1).