Enkulturasi Pendidikan Karakter Nilai dalam Kehidupan Sosial Budaya Masyarakat Talang Mamak

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Yelvia Septi Mayenti
Wilodati
Abstrak

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberadaan Adat Bagawe di tengah era globalisasi, yang tetap ada sebagaimana aslinya dari ajaran leluhur masyarakat Talang Mamak. Adat Bagawe ini menjadi hal yang unik di tengah era globalisasi yang masih bertahan dari generasi ke generasi. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses enkulturasi dalam kehidupan sosial budaya masyarakat Talang Mamak di Desa Sungai Limau Indragiri Hulu. Penelitian ini menggunakan metode etnografi dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan datanya adalah observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan studi literatur. Teknis analisis data yang digunakan adalah reduksi, display data, dan verifikasi. Uji keabsahan datanya menggunakan Triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Bagawe dalam kehidupan sosial budaya penganut tiri tua atau kepercayaan Langkah Lama Suku Talang Mamak berdasarkan sistem kekerabatan matrilineal, yang tergambar jelas dalam adat istiadat perkawinan; (2) Nilai-nilai karakter yang terdapat pada Adat Bagawe dalam kehidupan sosial budaya penganut agama kepercayaan lama Suku Talang Mamak Desa Sungai Limau Kecamatan Indragiri Hulu adalah kesetiaan dan ketaatan yang tinggi pada adat istiadatnya; (3 ) Pendekatan pendidikan karakter yang dilakukan dalam kehidupan sosial budaya Suku Talang Mamak tercermin dari sikap demokratis/kebebasan dalam memilih pasangan hidup; (4) Peran nilai karakter Suku Talang Mamak dalam memperkuat pendidikan masyarakat yaitu peduli kepada adat dan lingkungan yang ditandai dengan motto “lebih baik mati anak dari pada mati adat”.

Biografi Penulis

Yelvia Septi Mayenti, Universitas Pendidikan Indonesia

Lahir di Bukittinggi, 30 September 1981; Riwayat Pendidikan: S1 Pendidikan Sosiologi Antropologi UNP (1988); S2 Pendidikan Sosiologi SPS UPI (2020); Pekerjaan: Guru SMAN 1 SEBERIDA; Artikel: Kiat Jitu Meningkatkan Harga Diri, gurusiana. 2020.

Wilodati, Universitas Pendidikan Indonesia

Lahir di Yogyakarta, 14 Januari 1968. Riwayat Pendidikan: S1 IKIP Bandung (1991) Bidang PMPKN; S2 Unpad (2003) Bidang Sosiologi dan Antropologi; S3 UPI (2016) Bidang Pendidikan Umum; Pekerjaan: Dosen Prodi Pendidikan Sosiologi FPIPS UPI; Fokus Kajian: Sosiologi Keluarga; ArtikelAuthoritative Parenting by Father: A Strategy for Gaining Noble Character of Child in Indonesian Migran Workers Family, 2019,. Atlantis Press; From Women (A Social Movement for Women in The Famiy, 2018. Atlantis Press;  The Role of Father in Character Building of Early Childhood in the Family Environment of Labour Women in Indonesia, 2016. Atlantis Press; Children’s Character Development : A Father’s Role, Jurnal Man in India 96 (12), pp.5053-5069; “A Typology of Father Parenting in The Migrant Workers Family and Effect on Character of Children.” (“The 1st International Conference on Sociology Education at Sociologi Education Study Program Indonesia University of Education”). 2016. Atlantis Press.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

Subjek
Sosiologi Budaya, Masyarakat Adat, Sosiologi Pedesaan, Sosiologi Desa, Sosiologi Pendidikan
Disiplin Ilmu
Sosiologi, Pendidikan
Cara Mengutip
Mayenti, Y. S., & Wilodati. (2020). Enkulturasi Pendidikan Karakter Nilai dalam Kehidupan Sosial Budaya Masyarakat Talang Mamak. Indonesian Journal of Sociology, Education, and Development, 2(2), 108-115. Diambil dari http://ijsed.ap3si.org/index.php/journal/article/view/vol2iss2_2020_4mayenti
Referensi
  1. Budimansyah, D (2004). Dinamika Masyarakat Indonesia. Bandung: PT. Genesindo
  2. Budimansyah, D. (2011). Strategi Pengembangan Pendidikan Karakter. Bandung. UPI.
  3. Kluckhohn, F.R. & Strodtbeck, F.L. (1961). Variations in Value Orientation: A Theory Tested in Five Cultures. Evanston, Illinois: Row, Peterson and Co.
  4. La Fua, J. (2015). Etnopedagogi katoba sebagai bentuk pendidikan karakter dan pendidikan lingkungan hidup pada etnis Muna. Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam, 1(1), 97-119.
  5. Maftuh, B. dan Ruyadi, Y. (2010). Penuntun Belajar Sosiologi, Bandung: Ganeca Exact
  6. Manggala, H. D. A. (2019). Perubahan Sosial di Tosari (Studi Kasus Lunturnya Folklore Masyarakat Desa Tosari, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan). Indonesian Journal of Sociology, Education, and Development, 1(2), 13-21. Diambil dari http://ijsed.ap3si.org/index.php/journal/article/view/9
  7. Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1992). Analisis Data Kualitatif. Jakarta: UI Press
  8. Ningsih, D. N., & Erdlanda, F. M. C. (2018). Nilai Pendidikan dalam Kesenian Rengkong di Cianjur Jawa Barat: Kajian Etnopedagogi. Jurnal Ilmiah Bina Edukasi, 11(01).
  9. Ritzer, G. (2012). Teori Sosiologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  10. Rumondor, A. H. (1995). Komunikasi antar Budaya. Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka
  11. Sabunga, B. (2014). Penguatan Nilai Karakter Bangsa Melalui Pertunjukan Wayang Golek Purwa Versi Dalang Trah A. Sunarya Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
  12. Setiadi, E.M dan Kolip, U. (2011). Pengantar Sosiologi. Jakarta: Kencana Preneda Media Group
  13. Suratno. (2010). Komunikasi Sosial Budaya. Yogyakarta: Graha Ilmu
  14. Tilaar, HAR. (1999). Pendidikan Kebudayaan dan Masyarakat Madani Strategi Reformasi Pendidikan Nasional, Bandung: Remaja Rosdakarya
  15. Wariin, Iin. (2016) TransformasiNilai SosialBudaya dalamKurikulumdan Pembelajaran IPS. Disertasi. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia at.Jurnal : Ilmu Budaya Vol. 3 No. 2.
  16. Yunus, A. (2013). Desain Sistem Pembelajaran Dalam Konteks Kurikulum 2013. Bandung: Refika Aditama