Abstrak
Artikel ini mengkaji pembentukan identitas masyarakat adat Kasepuhan Cisungsang di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten dalam kerangka dinamika sosial budaya serta tantangan yang muncul akibat proses modernisasi. Kajian ini menitikberatkan pada mekanisme negosiasi identitas yang dilakukan oleh komunitas adat dalam mempertahankan nilai-nilai tradisional di tengah kompleksitas perubahan sosial yang terus berkembang. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, menggunakan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan para pemangku adat, observasi partisipatif, dan telaah dokumentasi, yang selanjutnya dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi unsur-unsur kultural yang menjadi dasar pembentukan identitas kolektif masyarakat. Temuan penelitian menunjukkan bahwa identitas masyarakat adat Kasepuhan Cisungsang dikonstruksikan melalui praktik adat, sistem nilai lokal, serta hubungan spiritual yang erat dengan alam. Masyarakat adat Kasepuhan Cisungsang menerapkan berbagai strategi negosiasi budaya melalui pelestarian ritual adat, pewarisan pengetahuan tradisional lintas generasi, serta penafsiran ulang nilai-nilai leluhur agar tetap relevan dengan konteks sosial yang terus berkembang. Konstruksi identitas masyarakat adat Kasepuhan Cisungsang menunjukkan sifat yang dinamis dan kontekstual sebagai cerminan upaya berkelanjutan komunitas dalam menjaga kesinambungan warisan budaya sekaligus menegaskan eksistensi mereka dalam keberagaman budaya Indonesia.
Referensi
Aini, & Syafi’. (2019). Ritual panen padi sebagai pererat solidaritas sosial di komunitas adat. [Tulisan Tugas].
Abdullah, A., Alim, A., Andriyadi, F., & Burga, M. (2023). Application of multicultural education in strengthening community solidarity in Indonesia. Jurnal Ilmiah Peuradeun, 11(3), 1173. https://doi.org/10.26811/peuradeun.v11i3.965
Andri, S., & Zahirah, F. (2021). Pemetaan tanah wakaf menggunakan sistem informasi geografis di Kecamatan Rangkasbitung. Jurnal Iptek, 5(2), 64–68. https://doi.org/10.31543/jii.v5i2.183
Azmi, A., Ishaqi, N., Dewi, F., Pramana, R., & Rasyid, N. (2024). Kajian nilai kebudayaan terhadap fenomena harmonisasi antara tradisionalitas dan modernitas pada masyarakat adat kasepuhan Ciptagelar dalam perspektif sosiologi kebudayaan Georg Simmel. Jurnal Filsafat Indonesia, 7(3), 562–573. https://doi.org/10.23887/jfi.v7i3.78789
Castillo, F., Edara, I., Ching, G., Molino, J., Jacoba, R., & Castillo, C. (2023). Religiosity among indigenous peoples: a study of Cordilleran youth in the Philippines. Religions, 14(6), 751. https://doi.org/10.3390/rel1406751
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Darmawan, W., & Radiansyah, R. (2023). Relevansi adat istiadat Gayo Lues dalam konteks perubahan sosial: Perspektif generasi muda. Al Mabhats, 8(1), 21–36. https://doi.org/10.47766/almabhats.v8i1.543
Denneisha, A., & Sudirman, A. (2022). Ambiguitas pembangunan industri minyak kelapa sawit di Boven Digoel: Ancaman atau peluang terhadap keamanan komunitas masyarakat adat?. Jurnal Ekologi Masyarakat dan Sains, 3(2), 10–20. https://doi.org/10.55448/ems.v3i2.63ab
Du, & Isnendes. (2024). Peran pendidikan adat berbasis komunitas dalam pelestarian budaya. [Jurnal Pendidikan].
Dwipayana, A., & Sartini, S. (2023). Makna perubahan identitas desa adat di tengah pembangunan pariwisata budaya di Bali. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 12(2), 322–331. https://doi.org/10.23887/jish.v12i2.63417
Elfira, E., Agustang, A., & Syukur, M. (2023). Prinsip masyarakat adat Kajang dalam mempertahankan adat istiadat. JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan), 7(1). https://doi.org/10.58258/jisip.v7i1.4230
Fadrullah, I., & Syam, F. (2024a). Analisis sistem politik masyarakat adat: dinamika proses politik masyarakat adat Kasepuhan Cisungsang. Populis: Jurnal Sosial dan Humaniora, 9(2), 208–219. https://doi.org/10.47313/pjsh.v9i2.3920
Fadrullah, I., & Syam, F. (2024b). Kepala adat sebagai elite sosial dan politik: manifestasi hegemoni nilai adat dalam praktik kepemimpinan tradisional. Jurnal Ilmu dan Budaya, 45(1), 41–49. https://doi.org/10.47313/jidb.v45i1.3035
Firdaus, D. (2024). Upaya pemberdayaan desa adat Kasepuhan Sinar Resmi sebagai wisata edubudaya. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Abdi Putra, 4(2), 188–192. https://doi.org/10.52005/abdiputra.v4i2.228
Firmansyah, R., & Nurrochmat, D. (2018). Analisis persepsi masyarakat dan kesesuaian konten Perda tentang masyarakat hukum adat Kasepuhan di Kabupaten Lebak. Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan, 4(2), 143–?. https://doi.org/10.20957/jkebijakan.v4i2.22032
Fitrayadi, D., & Lestari, R. (2023). Analisis tradisi ritual adat Seren Taun Kasepuhan Cisungsang dalam upaya pelestarian budaya. Jurnal Multidisiplin Teknologi dan Arsitektur, 1(2), 32–38. https://doi.org/10.57235/motekar.v1i2.1325
Framanik, N., Winangsih, R., & Dimyati, I. (2019). Traditional communication model of traditional leaders in maintaining local wisdom in custom tribe, Kasepuhan Cisungsang, South Banten, Indonesia. Proceedings of ICDESA‑19, … https://doi.org/10.2991/icdesa-19.2019.19
Gani, A., Wahyudi, D., Husna, F., Syarifuddin, S., & Supriyanto, S. (2022). Adat Sedulang Setudung di Desa Gelebak dalam Banyuasin, 1999–2019. Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan, 6(2), 169–183. https://doi.org/10.29408/fhs.v6i2.5479
Ginanjar, W. (2020). Studi komparasi: Telaah nasionalisme dalam Islam dan banding dengan pendekatan Barat. Komunitas, 11(2), 111–132. https://doi.org/10.20414/komunitas.v11i2.2401
Golontalo, D., Efendi, A., Yotolembah, A., Sayuti, S., Supriyadi, H., & Kusmiatun, A. (2023). Mantende Mamongo: makna simbolik dalam upacara adat lamaran suku Pamona di Kabupaten Poso. Satwika: Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial, 9(1), 251–268. https://doi.org/10.22219/kembara.v9i1.24015
H, N., & Siscawati, M. (2023). Strategi perempuan adat pendatang dalam merespon sistem budaya padi sebagai sumber penghidupan. Jurnal Ilmiah Pendidikan Lingkungan dan Pembangunan, 24(1), 14–27. https://doi.org/10.21009/plpb.v24i01.27053
Halimah, L., & Guntara, D. (2017). [Judul artikel tidak tersedia]. Journal of Moral and Civic Education, 1(1), 1–13. https://doi.org/10.24036/8851412020171117
Juniawan, W., Vandhika, A., Ramadhanti, J., & Rensyaputra, R. (2023). Tantangan kebijakan penataan spasial pada tanah ulayat adat: Studi kasus di Provinsi Bali. DPMR, 157–173. https://doi.org/10.61731/dpmr.vi.26485
Kartodirdjo, S. (1993). Kebudayaan Pembangunan dalam Perspektif Sejarah. Gramedia.
Ladi, F., & Wiloso, P. (2023). Kuasa politik negara dalam proses degradasi lingkungan pada kawasan hutan Yawila Desa Eka Pata, Kabupaten Sumba Barat Daya. Jurnal Lazuardi, 6(2). https://doi.org/10.53441/jl.vol6.iss2.91
Lase, D., & Daeli, D. (2020). Pembelajaran antargenerasi untuk masyarakat berkelanjutan: Sebuah kajian literatur dan implikasi. https://doi.org/10.31235/osf.io/bsja3
Lieberman, R. (2002). Ideas, institutions, and political order: explaining political change. American Political Science Review, 96(4), 697–712. https://doi.org/10.1017/S0003055402000394
Malik, A. (2018). Identitas kultural dan interaksi sosial masyarakat adat di tengah modernisasi (studi kasus masyarakat adat Kasepuhan Banten Kidul). [Tidak diterbitkan]. https://doi.org/10.31227/osf.io/jhdet
Maulida, M., & Mardiana, R. (2020). Pengaruh pengelolaan hutan berbasis kearifan lokal terhadap kelestarian keanekaragaman hayati. Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, 4(3), 355–376. https://doi.org/10.29244/jskpm.4.3.355-376
Molebila, A., Tallo, D., & Manu, N. (2023). Peranan lembaga adat dalam penyelesaian perkara tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga di Desa Wolwal Kabupaten Alor. Comserva Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, 3(02), 536–546. https://doi.org/10.59141/comserva.v3i02.796
Noorbani, M., Hamida, S., Nur, M., & Bahri, S. (2023). Contestation or adaptation: mode of maintaining cacah jiwa tradition in the indigenous community of Kasepuhan Cisungsang, Lebak, Banten. Al‑Qalam, 29(2), 199. https://doi.org/10.31969/alq.v29i2.1283
Nur, M., Siswayanti, N., & Nurrahmah, N. (2021). Makna moderasi dalam ritual ngareremokeun masyarakat Kasepuhan Cisungsang, Lebak‑Banten. Jurnal Smart (Studi Masyarakat Religi dan Tradisi), 7(2), 218–229. https://doi.org/10.18784/smart.v7i2.1373
Nuranisa, N., Aprilia, A., Halimah, S., & Mandasari, M. (2023). Kepercayaan masyarakat adat dan modernisasi di Kampung Naga. Jurnal Dinamika Sosial Budaya, 25(2), 337–347. https://doi.org/10.26623/jdsb.v25i4.8088
Nurrohman, B., Mayrudin, Y., & Hikmawan, M. (2021). Penguatan kolaborasi dan sinergi di level desa dalam menangani penyebaran COVID-19. Komunitas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1). https://doi.org/10.31506/komunitas:jpkm.v1i1.11661
Pranadji, T. (2017). Penguatan kelembagaan gotong royong dalam perspektif sosio budaya bangsa: Suatu upaya revitalisasi adat istiadat dalam penyelenggaraan pemerintahan. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 27(1), 61–72. https://doi.org/10.21082/fae.v27n1.2009.61-72
Pranowo, N., & Frdaus, W. (2020). Penggunaan bahasa nonverbal dalam upacara adat pernikahan gaya Yogyakarta: kajian simbolik etnopragmatik. Ranah: Jurnal Kajian Bahasa, 9(1), 35. https://doi.org/10.26499/rnh.v9i1.2321
Pratiwi, A., Triyono, S., Rezkiyanto, I., Asad, A., & Khollimah, D. (2018). Eksistensi masyarakat adat di tengah globalisasi. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 15(2), 95–102. https://doi.org/10.21831/jc.v15i2.17289
Purnama, A., Yusuf, A., Amelia, L., & Ibrahim, M. (2023). Rituals in acculturation of Islam and local traditions of the Bajo tribe in Gorontalo. Etnosia: Jurnal Etnografi Indonesia, 8(2), 302–313. https://doi.org/10.31947/etnosia.v8i2.32207
Putri, I. S. (2024). Laporan Studi lapangan mata kuliah Etnopedagogik: Sistem bahasa Kasepuhan Adat Cisungsang. Program Studi Pendidikan Sosiologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (dokumen tidak diterbitkan).
Qomarrullah, R. (2024). Peran masyarakat adat dalam pengembangan pendidikan berbasis lingkungan sosial. Indonesian Journal of Intellectual Publication, 4(2), 1–11. https://doi.org/10.51577/ijipublication.v4i2.505
Rahman, A. (2020). Menjaga ketahanan sosial masyarakat adat Datuk Sinaro Putih melalui pengelolaan sumber daya alam di Kabupaten Bungo Provinsi Jambi. Sosio Informa, 6(1). https://doi.org/10.33007/inf.v6i1.1922
Rahmawati, R., & Gentini, D. (2008). Pengetahuan lokal masyarakat adat Kasepuhan: Adaptasi, konflik dan dinamika sosio-ekologis. Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan, 2(2). https://doi.org/10.22500/sodality.v2i2.5886
Rico, R., Susanto, D., & Fatimah, S. (2024). Komunikasi sebagai alat kontrol sosial: analisis kritis berdasarkan pemikiran Friedrich Pollock. Jurnal Terapung Ilmu–Ilmu Sosial, 6(1), 137. https://doi.org/10.31602/jt.v6i1.14293
Rostiyati, A. (2009). Peranan pemimpin informal pada masyarakat Guradog. Patanjala: Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya, 1(2), 201–?. https://doi.org/10.30959/patanjala.v1i2.249
Sahira, E., Sumardi, L., Sawaludin, S., & Zubair, M. (2023). Nilai dan makna dalam kearifan lokal rumah adat suku Sasak. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 8(4), 2594–2604. https://doi.org/10.29303/jipp.v8i4.1698
Savitri, P., & Suryaningsi, S. (2024). Eksistensi lembaga adat dalam melestarikan nilai sosial budaya. Konstruksi-Sosial, 1(3), 91–102. https://doi.org/10.56393/konstruksisosial.v1i3.1309
Sihite, D., Sembiring, E., Rachma, A., & Ivana, J. (2024). Media sosial dan pengaruhnya terhadap partisipasi politik di kalangan mahasiswa PPKn Universitas Negeri Medan. Indonesian Journal of Education and Development Research, 2(1), 100–103. https://doi.org/10.57235/ijedr.v2i1.1565
Sihombing, I. (2024). The hashtags and digital opinion movements. Jurnal Komunikasi Profesional, 7(4), 622–643. https://doi.org/10.25139/jkp.v7i4.6751
Silalahi, B., Shahida, L., & P, M. (2022). Totemisme di era modernisasi. Jurnal Sosial dan Sains, 2(12), 1339–1345. https://doi.org/10.36418/jurnalsosains.v2i12.603
Sonia, T., & Sarwoprasodjo, S. (2020). Peran lembaga adat dalam pelestarian budaya masyarakat adat Kampung Naga, Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Tasikmalaya. Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, 4(1), 113–124. https://doi.org/10.29244/jskpm.4.1.113-124
Sumarlina, E., Permana, R., Darsa, U., Kurnia, G., & Rasyad, A. (2023). Local expertise of the Baduy indigenous community as a literacy reference in the millennium era. Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan, 10(1), 179–193. https://doi.org/10.29408/jhm.v10i1.25131
Supriatin, Y., & Istiana, I. (2022). Kearifan lokal masyarakat adat Sinar Resmi sebagai identitas bangsa. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Bahasa Sastra Seni dan Budaya, 1(2), 1–14. https://doi.org/10.55606/mateandrau.v1i2.104
Surati, S. (2021). Persepsi masyarakat hukum adat terhadap keberadaan hutan di Kasepuhan Karang dan Cisungsang, Kabupaten Lebak, Banten. Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan, 18(2), 99–115. https://doi.org/10.20886/jpsek.2021.18.2.99-115
Suryandari, N. (2017). Eksistensi identitas kultural di tengah masyarakat multikultur dan desakan budaya global. Jurnal Komunikasi, 11(1), 21–?. https://doi.org/10.21107/ilkom.v11i1.2832
Tanamal, J., Nahuway, L., & Soselissa, H. (2022). Eksistensi budaya Pataheri suku Nuaulu. Public Policy: Jurnal Aplikasi Kebijakan Publik & Bisnis, 3(2), 159–175. https://doi.org/10.51135/publicpolicy.v3.i2.p159-175
Triwardhani, D., & Zaidiah, A. (2020). Pemetaan obyek wisata di Kabupaten Lebak menggunakan GIS (Geografi Informasi Sistem). Informatik: Jurnal Ilmu Komputer, 15(3), 123. https://doi.org/10.52958/iftk.v15i3.1297
van Dijk, T. A. (1998). Ideology: A multidisciplinary approach. SAGE.
van Dijk, T. A. (2000). Ideologies, racism, discourse: Debates on immigration and ethnic issues. In J. ter Wal & M. Verkuyten (Eds.), Comparative perspectives on racism (pp. 91–116). Ashgate.
van Dijk, T. A. (2006). Discourse and manipulation. Discourse & Society, 17(3), 359–383. https://doi.org/10.1177/0957926506060250
van Dijk, T. A. (2008). Discourse and power. Palgrave Macmillan.
Wibowo, A., Kurnain, J., & Juanda, J. (2020). History of inheritance of wayang topeng Malangan in Pakisaji and Tumpang. Harmonia: Journal of Arts Research and Education, 20(1), 73–83. https://doi.org/10.15294/harmonia.v20i1.24785
Wiranata, I., & Siahaan, H. (2019). Konstruksi identitas kolektif warga desa adat dalam gerakan tolak reklamasi Teluk Benoa di Bali. Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies), 9(2), 407. https://doi.org/10.24843/jkb.2019.v09.i02.p07
Yusuf, M., & Effendi, G. (2021). Eksistensi pemangku adat dalam pengambilan keputusan desa di Kerinci. Tanah Pilih, 1(1), 11–19. https://doi.org/10.30631/tpj.v1i1.672
Lisensi
Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
IJSED memiliki Lisensi Internasional Creative Commons Attribution 4.0 (CC-BY) atau lisensi yang setara yang mengizinkan penggunaan non-komersial yang tidak terbatas, distribusi dan reproduksi dalam media apapun. Istilah lisensi ini adalah lisensi optimal untuk publikasi, distribusi, penggunaan, dan penggunaan kembali karya ilmiah.
