Peningkatan Keterampilan Orangtua di Era Digital melalui program Islamic Parenting

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Abstrak

Desa Cihawuk, Kabupaten Bandung merupakan salah satu desa yang sudah terkena dampak negatif dari perkembangan teknologi, khususnya internet. Sayangnya, perkembangan teknologi di Desa Cihawuk tidak dibarengi dengan kemampuan literasi digital dan pengetahuan yang memadai mengenai penggunaan teknologi dengan tepat guna, sehingga banyak anak dan remaja terancam dengan bahaya potensial dunia digital. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut yakni dengan menanamkan digital resilience atau ketahanan digital pada anak yang berfungsi sebagai filter dan barrier bagi anak dalam menghadapi bahaya potensial era digital. Gagasan tersebut dituangkan dalam pelatihan Islamic Digital Parenting kepada orangtua di Desa Cihawuk. Metode yang digunakan yaitu Studi kasus dengan simulasi parenting. Hasil dari program ini adalah (1) adanya peningkatan pemahaman dan pengetahuan peserta mengenai potensi dan ancaman era digital, yang meningkat sebanyak 35-40% setelah mengikuti pelatihan; (2) adanya peningkatan keterampilan pengasuhan orang tua yang meningkat sebanyak 5-10% setelah diberikan pelatihan. Berdasarkan hasil tersebut, program Islamic Digital Parenting dapat dikatakan berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

Subjek
Sosiologi Digital, Sosiologi Internet, Sosiologi Keluarga, Sosiologi Islam
Disiplin Ilmu
Sosiologi, Pendidikan
Cara Mengutip
Rahmawati, R., Wanti, A. G., Renaldi, A., Gusmawan, G., Azizah, I. N., & Wilodati, W. (2019). Peningkatan Keterampilan Orangtua di Era Digital melalui program Islamic Parenting. Indonesian Journal of Sociology, Education, and Development, 1(2), 143-151. https://doi.org/10.52483/ijsed.v1i2.13
Referensi
  1. Akadhinta, A. (2008). Inilah Pilar Agamamu: Rukun dan Makna Islam. Retrieved June 6, 2019, from https://muslim.or.id/411-rukun-dan-makna-islma-1.html
  2. Kiranantika, A., Natalia, R., & Kumala, M. R. (2018). Sosialisasi 3-Ends Pada Anak Dan Remaja Sebagai Upaya Pemenuhan Hak Di Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi. Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial, 1(1), 1-9.
  3. Digital Revolution. (2017). Retrieved May 25, 2019, from www.technopedia.com/definition/23371/digital-revolution
  4. Helsper, E., & Enyon, R. (2011). Digital natives : where is the evidence ? London School of Economics and Political Science. https://doi.org/10.1080/01411920902989227
  5. Kementerian PP & PA. (2017). Parenting di Era Digital. (L. N. Azizah, Ed.). Jakarta: Kementerian Pemperdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
  6. Prensky, B. M. (2001). Digital Natives , Digital Immigrants. MCB University Press, 9(5), 1–6.
  7. Prensky, M. (2009). H . Sapiens Digital : From Digital Immigrants and Digital Natives to Digital Wisdom H . Sapiens Digital : From Digital Immigrants and Digital Natives to Digital. Innovate: Journal of Online Education, 5(3).
  8. Ratuliu, M. (2015). ParenThink (1st ed.). Jakarta: Noura Books.
  9. Sheppard, D. (2013). Thoughts on the Digital Era. Retrieved May 27, 2019, from ps://www/itworldcanada.com/blog/thought-on-the-digital-era/85482
  10. Shotbolt, V. (2016). Digital Parenting: What is digital resilience, and why is it so important to your child’s future? Vodafone Foundation, 14.
  11. Shotbolt, V. (2017). Digital Parenting: The digital resilience issue. Vodafone Foundation, 7.
  12. Smahel, D. (2016). Digital Parenting : Fathers are crucial for digital security. Kaspersky Lab, (December). https://doi.org/10.13140/RG.2.2.30359.98720
  13. Tapscott, D. (2009). Grown Up Digital : How the Net Generation Is Changing Your World. New York: McGraw-Hill.
  14. Yani, A., Khaeriyah, E., & Ulfah, M. (2017). Implementasi Islamic Parenting Dalam Membentuk Karakter Anak Usia Dini di RA At-Taqwa Kota Cirebon. Awlady: Jurnal Pendidikan Anak, 3(1), 153. Retrieved from www.syekhnurjati.ac.id/jurnal/index.php/awlady